Selasa, 24 Desember 2013

sejarah bahasa Indonesia



Tugas bahasa Indonesia “ sejarah bahasa Indonesia “


Sejarah dan arti nama Indonesia
Nama Indonesia berasal dari dua kata bahasa Yunani yaitu, indo / indu yang berarti Hindu / Hindia dan nesia / nesos yang berarti pulau.
sejarah perkembangan bahasa indonesia : nama indonesia berasal dari berbagai rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di pertengahan abad ke – 19.Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan , journal of indian archipelago and eastern asia ( jurnal kepulauan hindia dan asia timur ) yang dikelola oleh james richardson logan ( 1819 – 1869 ) ,seorang skotlandia yang meraih sarjana hukum dari universitas Edinburgh .Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bahasa inggris ,george samuel windsor earl ( 1813 – 1865 ) , menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Pada tahun 1850 dalam JIAEA volume IV halaman 66 – 74 , earl menulis artikel on the leading characteristics of the papuan, australian, and malay – polynesian nation ( pada karakteristik terkemuka dari bangsa – bangsa papua, australia, dan melayu – polinesia) .Dalam artikelnya itu earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk hindia atau kepulauan melayu untuk memliki nama khas         (a distinctive name) ,sebab nama hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan hindia yang lain. earl mengajukan dua pilihan nama indunesia atau melayunesia (‘nesos’ dalam arti yunani berarti pulau).
Dalam  JIAEA volume IV juga , halaman 252347, james richardson logan menulis artikel the ethnology of the indian archipelago ( etnologi dari kepulauan hindia) Pada awal tulisannya ,logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah indian archipelago ( kepulauan hindia ) terlalu panjang dan membingungkan .logan kemudian mengambil nama indunesia yang tak terpakai earl dan huruf u diganti dengan o agar ucapannya lebih baik, maka lahirlah istilah Indonesia .Sejak saat itu logan secara konsisten menggunakan nama ‘indonesia’ dalam tulisan – tulisan ilmiahnya. Dan lambat laun istilah ini menyebar dikalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di universitas berlin yang bernama adolf batian ( 1826- 1905), menerbitkan buku indonesien oder die inseln des malayischen archipel ( indonesia atau pulau – pulau di kepulauan melayu sebanyak 5 volume yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara dikepulaauan itu pada tahun 1864 – 1880. Buku bastian inilah yang mempopulerkan istilah indonesia dikalangan sarjana belanda ,sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah indonesia ciptaan bastian. Pada kenyataannya bastian mengambil istilah indonesia dari tulisan – tulisan logan.
Pribumi yang mula – mula menggunakan istilah indonesia adalah suwardi suryaningrat ( ki hajar dewantara).Pada tahun 1913 ketika dibuang ke belanda ia mendirikan biro pers dengan nama indonesische persbureau.

Referensi : david chandler,et al.2005.”The emergence of modern southeast  asia : a new history”, di sunting oleh norman g.owen(u.hawai’ipress,2005).

Sejarah singkat ejaan bahasa Indonesia
Pada abad ke – 13 bahasa melayu kuno berkembang di Indonesia.Bahasa melayu ini mengalami banyak perubahan dalam penulisan ,ada pula bahasa dengan penulisan huruf arab berkembang menjadi arab – melayu sebelum mulai digunakan huruf latin dan romawi pada tahun 1901 .pada 3 abad kemudian ejaan latin untuk bahasa melayu mulai diperhatikan sehingga ditetapkanlah ejaan Van Ophuijsen. Keinginan untuk menyempurnakan ejaan ini terdengar dalam kongres bahasa Indonesia I, tahun 1938 di Solo.dan 9 tahun kemudian terwujud dalam sebuah keputusan menteri pada 15 aril 1947 penggunaan ini lebih dikenal sebagai ejaan republic atau ejaan soewandi.
Adanya gagasan untuk memperbarui ejaan muncul dengan nyata dalam kongres  bahasa Indonesia II di Medan (1954).dalam kongres itu menghasilkan konsep sistem ejaan yang dikenal ejaan pembaruan .namun tidak dapat dilaksanakan karena adanya beberapa huruf yang tidak praktis,yang dapat memengaruhi perkembangan ejaan bahasa Indonesia.
Terilhami kongres II ,diadakan pula kongres bahasa Indonesia di Singapura(1956) yang menghasilkan suatu revolusi yang diberi nama ejaan melindo (melayu-Indonesia).tapi rencana meresmikan ejaan ini gagal  karena adanya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia beberapa tahun kemudian.
Pada tahun 1966 lembaga bahasa dan kesusastraan (LBK) membentuk konsep baru pengganti konsep melindo.dan di tahun 1972 konsep LBK akhirnya menjadi sistem ejaan baru yang disebut ejaan yang disempurnakan (EYD).pada masa itu EYD biasa disebut juga ejaan mashuri.
Ada 4 ejaan yang sudah diresmikan pemakaiannya, yaitu:
1.ejaan Van Ophuijsen (1901)                                                                                                                    
2.ejaan Soewandi (1947)
3.ejaan Yang Disempurnakan (1972)
4.Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan (1975)
Sistem ejaan yang belum atau tidak diresmikan pemerintah, yaitu:
1. Ejaan pembaharuan (1957)
2. Ejaan melindo (1959)
3. Ejaan LBK (1966)
 Sejarah sebelum EYD …
Pada 23 mei 1972 , sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh menteri pelajaran Malaysia tun Hussein onn dan menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia , mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua Negara tentang ejaan baru dan ejaan yang disempurnakan .Pada tanggal 16 agustus 1972, berdasarkan keputusan presiden nomor 57 tahun 1972, berlakulah sistem ejaan latin bagi bahasa melayu (rumi dalam istilah bahasa melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia.Di Malaysia ejaan baru bersama ini di rujuk sebagai ejaan rumi bersama((ERB).
Selanjutnya pada tanggal 12 oktober 1972, panitia pengembangan bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan kebudayaan menerbitkan buku ”pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas.setelah itu,menteri pendidikan dan kebudayaan tanggal 27 agustus 1975 nomor 0196/U/1975 memberlakukan “pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan” dan “pedoman umum pembentukan istilah”.
Kemudian di revisi pada tahun 1987,menteri pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0543a/U/1987.pada tahun 2009, menteri pendidikan nasional mengeluarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 46 tahun 2009 tentang pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Dengan ini eyd tahun 1985 di ganti dan tidak  berlaku lagi.
Fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan Bahasa Nasional
A.fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara
1.Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan
Bahasa Indonesia di gunakan dalam segala upacara,peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
2.bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan
Pemakaian Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan ,maka materi pelajaran yang berbentuk buku cetak juga harus menggunakan Bahasa Indonesia serta menterjemahkan buku berbahasa asing ke dalam Bahasa Indonesia.
3.Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan pemerintah
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat
4.Bahasa Indonesia sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, ilmu dan teknologi.
Penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran,buku-buku popular ,majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya.
B.fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional
1.Lambang kebanggaan kebangsaan       
 Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.
2.Lambang identitas Nasional
 Bahasa Indonesia mewakili jati diri bangsa Indonesia.
3.Alat perhubungan      
 Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda,maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.
4.Alat pemersatu bangsa.      
 Mengacu pada keragaman yang ada di Indonesia.bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam persatuan.

DAFTAR PUSTAKA
lihatmatakuliahku.blogspot.com
legendanusantara.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar